Bahasa Indonesia kaya akan ungkapan-ungkapan yang dapat memperkaya cara kita berkomunikasi. Namun, tidak semua frasa memberikan nilai tambah. Ada sekumpulan frasa yang terlalu mengada‑ada – kata‑kata yang terdengar berlebihan, tidak perlu, bahkan dapat mengganggu kejelasan pesan. Artikel ini membahas apa yang dimaksud dengan frasa mengada‑ada, mengapa ia menjadi masalah, contoh‑contoh umum, dan cara menghindarinya dalam tulisan maupun percakapan sehari‑hari.
Secara sederhana, frasa mengada‑ada adalah rangkaian kata yang tidak menambah informasi penting, melainkan hanya mengisi ruang atau berusaha menambah kesan “canggih” secara berlebihan. Frasa‑frasa ini biasanya berupa klise, jargon berlebihan, atau kata‑kata yang sebetulnya dapat dihilangkan tanpa mengubah makna kalimat.
“Seiring berjalannya waktu, kita semua tentu sadar bahwa…” Frasa ini dapat dipadatkan menjadi “Kita sadar bahwa…”.
“Pada hari ini, kita akan mengadakan rapat yang bertujuan untuk membahas agenda yang sudah direncanakan sebelumnya.” Cukup: “Hari ini kita rapat membahas agenda.”
“Strategi sinergi lintas‑fungsi untuk mengoptimalkan value‑chain secara proaktif.” Alternatif yang lebih jelas: “Menyatukan tim untuk memperbaiki alur kerja.”
“Produk ini adalah yang ter‑best‑selling di pasar internasional dan menawarkan kualitas yang tiada tanding.” Lebih tepat: “Produk ini merupakan penjual teratas di pasar internasional dan memiliki kualitas tinggi.”
“Dengan segala hormat dan kerendahan hati, izinkan saya menyampaikan apresiasi yang tak terhingga atas kerja keras Anda yang luar biasa.” Sederhana: “Terima kasih atas kerja keras Anda.”
Mengurangi penggunaan frasa yang tidak perlu bukanlah hal yang sulit, asalkan Anda melatih mata kritis terhadap tulisan sendiri. Ikuti langkah‑langkah berikut:
Berikut beberapa teknik yang dapat langsung Anda terapkan:
Setelah Anda mulai menyingkirkan kata‑kata berlebih, beberapa perubahan positif biasanya akan terasa:
Versi awal (mengandung frasa mengada‑ada):
“Sehubungan dengan adanya permintaan yang sangat tinggi dari para pelanggan yang ingin mendapatkan produk kami dalam waktu yang secepat‑cepatnya, kami dengan sepenuh hati berkomitmen untuk melakukan segala upaya yang memungkinkan demi mempercepat proses produksi sehingga dapat memenuhi ekspektasi mereka yang tidak terbatas.”
Versi yang disederhanakan:
“Karena permintaan tinggi, kami berkomitmen mempercepat produksi untuk memenuhi harapan pelanggan.”
Coba ambil satu paragraf dari tulisan Anda yang terakhir, kemudian lakukan tiga langkah:
Dengan rutin melatih diri, kemampuan menyingkirkan frasa mengada‑ada akan menjadi kebiasaan alami dalam setiap proses menulis atau berbicara.
Frasa yang terlalu mengada‑ada bukan hanya sekadar masalah gaya bahasa; ia berpotensi merusak kejelasan, mengurangi kredibilitas, dan menghabiskan waktu pembaca. Dengan menyadari contoh‑contoh umum, mempraktikkan teknik identifikasi, dan mengganti frasa‑frasa tersebut dengan bahasa yang lebih langsung, Anda dapat menghasilkan komunikasi yang lebih tajam, profesional, dan berdampak. Mulailah menilai setiap kata yang Anda gunakan – apakah memang diperlukan? Jika tidak, buanglah. Hasilnya, tulisan Anda akan berbicara lebih kuat tanpa harus mengandalkan hiasan yang tak perlu.
Selamat menulis dengan lebih ringan dan efektif!