Sering kali dalam komunikasi profesional, terutama lewat email atau pesan singkat, kita menemukan frase “I assumed …”. Meskipun terasa sopan, penggunaan frase ini pada saat terjadi kesalahan dapat menimbulkan dampak negatif yang tak disadari. Artikel ini menjelaskan mengapa sebaiknya menghindari “I assumed” ketika ada kesalahan, serta memberikan alternatif yang lebih tepat.
Kalimat I assumed memberi kesan bahwa si pembicara telah membuat keputusan atau penilaian tanpa melalui verifikasi yang memadai. Di dalam konteks kesalahan, frasa ini dapat menimbulkan tiga masalah utama:
“I assumed the deadline was next Friday, so I didn’t finish the report earlier.”
Pernyataan di atas menutup mata pada pertanyaan penting: Apakah deadline memang sudah dikomunikasikan? Apakah ada catatan tertulis? Daripada menyoroti masalah komunikasi, kalimat tersebut mengarahkan perhatian kepada “asumsi” pribadi.
Berikut beberapa alternatif yang dapat dipakai sebagai pengganti “I assumed” ketika mengakui kesalahan:
Penggunaan alternatif‑alternatif ini menegaskan bahwa Anda akan memperbaiki proses, bukan sekadar menjelaskan “kenapa”.
Berikut langkah‑langkah yang dapat diikuti saat mengakui kesalahan tanpa mengandalkan I assumed:
Jelaskan apa yang terjadi, kapan, dan apa dampaknya. Contoh: “Saya mengirimkan versi lama dokumen pada Rabu, sehingga data yang terlampir tidak up‑to‑date.”
Gunakan kata kerja yang kuat: “Saya bertanggung jawab” atau “Saya keliru”. Hindari frasa yang memberi ruang bagi pembelaan diri.
Berikan langkah konkrit yang akan diambil: “Saya akan mengirimkan versi terbaru dalam satu jam dan menandai revisi pada semua salinan.”
Sebutkan cara Anda akan menghindari kesalahan serupa, misalnya: “Mulai minggu depan saya akan menambahkan checklist verifikasi pada setiap pengiriman.”
From: Anda <anda@perusahaan.com>
To: Tim Proyek <tim@perusahaan.com>
Subject: Revisi Dokumen Terakhir – Maaf atas Kesalahan
Hi Tim,
Saya ingin mengakui bahwa saya mengirimkan versi dokumen yang belum diperbarui pada hari Rabu kemarin. Ini mengakibatkan data penjualan yang tidak akurat masuk ke laporan akhir.
Saya bertanggung jawab penuh atas hal ini. Saya sudah menyiapkan versi terbaru dan akan membagikannya dalam 30 menit. Selanjutnya, setiap dokumen akan melalui checklist tiga poin: (1) verifikasi tanggal, (2) konfirmasi angka utama, dan (3) penandaan versi.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan terima kasih atas pengertiannya.
Salam,
[Nama Anda]
Frasa “I assumed” memang terasa lembut, tetapi dalam situasi kesalahan ia dapat menutup peluang untuk perbaikan yang lebih dalam. Dengan mengganti frase tersebut dengan kalimat yang menonjolkan tanggung jawab, verifikasi, dan solusi, Anda tidak hanya memperbaiki masalah saat ini, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih transparan dan dapat dipercaya.
Ingat, asumsi adalah musuh utama keakuratan. Jika Anda tidak yakin, cari fakta terlebih dahulu—dan bila terjadi kesalahan, akui secara langsung, berikan solusi, dan pastikan langkah pencegahan ke depannya.