Ungkapan “let’s touch base” sudah menjadi bahasa gaul di kalangan profesional, terutama dalam rapat daring atau korespondensi email. Namun, penggunaan frasa ini tanpa disertai rencana atau tujuan yang konkret justru dapat menurunkan efektivitas komunikasi, menimbulkan kebingungan, dan membuat penerima merasa dibebani dengan “meeting yang kosong”. Artikel ini membahas mengapa frase tersebut sebaiknya dihindari bila belum ada agenda yang jelas, bagaimana cara menggantinya, serta tips praktis untuk memastikan setiap interaksi menjadi produktif.
Secara harfiah, frasa ini berarti “menghubungi kembali” atau “menyentuh titik kontak”. Dalam konteks kerja, orang menggunakannya untuk menyatakan keinginan bertemu atau berkomunikasi kembali di masa depan. Meskipun terdengar ramah, istilah ini memiliki beberapa kelemahan:
1. Menyiratkan Ketidaksiapan
Ketika seseorang mengajak “touch base” tanpa agenda, hal ini menyiratkan bahwa pengirim belum menyiapkan materi atau poin penting. Bagi penerima, ini terasa seperti panggilan mendadak yang tidak terstruktur.
2. Mengganggu Produktivitas Tim
Tim yang sibuk harus memprioritaskan agenda yang jelas. Mengalokasikan waktu untuk “touch base” yang tidak pasti mengalihkan fokus dari tugas utama dan menambah beban mental.
3. Menurunkan Kualitas Keputusan
Keputusan yang baik membutuhkan data dan konteks. Tanpa rencana, diskusi cenderung menjadi opini semata, bukan analisis yang berbobot.
Berikut beberapa alternatif yang lebih spesifik dan menumbuhkan rasa tanggung jawab:
Subject: Quick sync – Update status modul pembayaran (30 menit, Kam 14 Nov, 09:30)
Hai Budi,
Saya ingin membahas tiga hal terkait modul pembayaran:
- Progress pengembangan hingga 75 % – apakah ada kendala dari tim QA?
- Estimasi tanggal release – apakah target 30 Nov masih realistis?
- Persetujuan budget tambahan untuk integrasi API.
Apakah pukul 09:30 cocok? Jika tidak, beri tahu waktu alternatif.
Terima kasih,
Rina
Frasa “let’s touch base” memang terdengar santai dan modern, namun keefektifannya bergantung pada kejelasan agenda. Menggunakan bahasa yang spesifik, menetapkan waktu, serta menyertakan poin pembahasan akan meningkatkan produktivitas, mengurangi kebingungan, dan menegaskan profesionalisme. Jadi, sebelum mengirim undangan, pastikan Anda memiliki rencana yang jelas—dan biarkan kalimat itu berbicara sendiri.